Memancing Tekun - Noung Jelly

Memancing Tekun

8 bulan yang lalu      Bisnis

MEMANCING TEKUN

Hampir setiap kita memiliki penyesalan. Penyesalan atas masa lalu. Dimana seharusnya kita bisa lebih tekun dan disiplin.

Lalu jiwa ini terjebak dalam pengandaian, andai dahulu kita tekun, mungkin nasib hari ini tidak seperti ini. Itulah yang dirasakan banyak orang.

Dahulu mungkin kira merasakan sales yang lancar. Produk kita kuat. Tapi karena kita cepat puas dan kurang kontrol, akhirnya bisnis kembali drop, dan kita kehilangan customer.

Dahulu mungkin kita sudah mendapatkan aliran cashflow yang baik, namun karena kita gak sabar, akhirnya kita berhutang, jadilah lilitan cicilan ini mengganggu ritme hidup kita. 

Coba saja kita tekun menabung profit, sedikit demi sedikit, mungkin ceritanya akan jauh berbeda. Tidak perlu berhutang, dan bisa jadi bisnisnya lebih kokoh.

Itulah yang kita rasakan..
Andai...
Kalau...
Coba saja..
Jikalau saja...

Dan kesemua itu sebenarnya adalah kesia sia an... membuka pintu masuk setan yang akan membuat kita lemah dan tidak melangkah. Karena kita menganggap semuanya telah terlambat.

Jika kita hari ini menyesal atas ketidak tekunan kita di masa lalu, maka mudah sekali untuk membuat kita tekun di hari ini.

Tariklah diri kita ke 5 tahun mendatang...
Lalu rasakan... apa sekiranya yang terjadi jika kita tidak tekun mulai dari hari ini...?

Coba hal itu kita bayangkan mendalam..
Apa jadinya jika hari ini kita malas...
Apa jadinya jika hari ini kita tidak bergerak...
Apa jadinya jika peluang demi peluang terlewat begitu saja...?

*****

5-6 tahun yang lalu, seperti yang Saya sering ceritakan, Guru kita Dewa terjerat kerugian 7,7M. Ada uang yang dibawa lari sosok tertentu, yang akhirnya Dewa harus tanggung jawab.

Hari ini semua sudah terbayarkan. Lunas nas nas... walaupun sebenarnya itu bukan hutang, tapi beliau ambil tanggung jawab untuk membayar semuanya.

Saya ngikutin.. gimana Mas Dewa bayar serupiah.. demi serupiah.

Saya cuma lihat 1 : beliau tekun. Kerja detail.. setahap demi setahap.

Hmm....

Coba ambil cermin besar-besar, lihatlah diri kita ini....

Kita ini kadang anget anget diawal doank... lalu hilang kemudian...
Kita ini kadang baperan.. dikritik dikit lalu tumbang.. dikomplain customer... terus kapok...
Kita ini kadang jauh banget dari yang namanya tekun.

Oke ya sahabat... sing tekun...

Apa yang bisa dilakukan hari ini, lakukanlah.

Bangun sebelum subuh...
Shalat subuh di masjid..
Selesai subuh bergerak...
Konsep rencana harian...
Tunaikan satu demi satu tugas...
Jangan ada jeda yang gak produktif...

Semoga email sederhana ini membantu..

Doain Saya juga.. bisa tekun nulis email edukasi... gak janji setiap hari... tapi insyaAllah tekun.. hehehehe...

Makasih udah baca ya...

Makasih banget...

Selamat kembali beraktifitas...

Semoga membantu...

Ttd,
Rendy Saputra



Artikel Terkait



Komentar Artikel "Memancing Tekun"