BERGERAK LEBIH BAIK - Noung Jelly

BERGERAK LEBIH BAIK

4 bulan yang lalu      Bisnis

Adakalanya kita mengalami hal-hal diluar rencana. Orang picik menyebutnya kegagalan, orang bijak menyebutnya pembelajaran. Tapi apapun itu, apa yang kita rencanakan pada kenyataannya tidak mencapai apa yang ditargetkan.

Ketidak tercapaian tersebut adalah fakta. Okelah... memang nyata-nyata tidak berhasil. Namun fakta tersebut biasanya berlanjut menuju kesimpulan yang merusak.

Banyak diantara kita, yang ketika tidak berhasil, maka muncul keyakinan didalam dirinya, bahwa dia memang tidak sanggup, bahwa memang dia tidak bisa, dan akhirnya menyerah pada keadaan.

Lebih lanjut jika hal itu terus diyakini, sang pengidap keyakinan salah ini akan memilih diam dan pasif. Sama sekali tidak bergerak. Disini letak bahayanya.

Bagaimana mau menemukan sesuatu yang baru jika tidak bergerak. Bagaimana mau mencapai sesuatu jika memilih diam.

Diantara kita banyak yang berbisnis, lalu gagal dan bangkrut. Bukan hanya tutup, malah menyisakan hutang yang terus mendera di masa-masa mendatang.

Situasi tersebut terkadang membuat kita mengambil kesimpulan sesat : "nampak memang Saya orang gagal, saya tidak akan  isa keluar dari ini semua, saya nyerah."

Maka.. kita harus bedakan FAKTA dan SIMPULAN.

Okelah faktanya tidak berhasil, tetapi asumsi simpulan pada diri sendiri tidak boleh salah. Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk berhasil pada usaha berikutnya.

Maka....

Koreksilah keyakinan yang sesat didalam sanubari kita. 

Hadirkanlah keyakinan yang benar, bahwa setiap orang berhak berhasil selama dia berusaha. Bahwa destinasi keberhasilan itu nyata adanya, selama kita bergerak dan terus melangkah.

Maafkan dirimu atas kesalahan-kesalahan dimasa lalu, lalu berikan dirimu hak untuk sukses di kemudian hari. Dia berhak berhasil.

Keyakinan yang benar seperti ini akan mendorong kita untuk bergerak.

Dengan bergerak, kita membuka banyak peluang.

Dengan bergerak, kita memendarkan vibrasi kebaikan, bahwa diri kita masih terus berusaha.

Dengan bergerak, kita akan membangun resonansi yang akan mengundang berbagai sumber daya untuk mendekat.

Bergerak adalah bukti setinggi-tingginya iman.

Apakah kita hari ini masih beriman atau tidak?
Apakah kita hari ini masih berharap sukses atau tidak?

Lihat saja diri kita hari ini... bergerak atau tidak...

Ttd,
Rendy Saputra



Artikel Terkait



Komentar Artikel "BERGERAK LEBIH BAIK"